POTENSI GARAM KITA - INDONESIA
Wilayah pesisir dan laut di Indonesia mempunyai kekayaan alam
dan keragaman hayati (biodiversity) terbesar di dunia. Sumberdaya pesisir
mencakup sumberdaya alam, sumberdaya binaan/buatan, dan jasa-jasa lingkungan
yang terdapat di wilayah pesisir. Sumberdaya alam ini terdiri atas
sumberdaya hayati dan non hayati salah satunya adalah berupa garam . Namun, pengembangan
sumber daya alam pesisir, khususnya pengelolaan dan pemanfaatan garam belum
optimal seluruhnya dilakukan terutama bagi masyarakat pesisir di daerah yang
masih jauh dari sarana dan prasarana dan teknologi modern .
Dari data mutu garam ditiap wilayah dapat
ditentukan proses yang mana yang akan dilakukan untuk garam tersebut apakah
akan diproses menjadi garam untuk keperluan Industri ataukah untuk keperluan
segari-hari. Garam industry harus murni NaCl sedangkan garam untuk memasak
boleh mengandung Mg, sulfat, Br dan Iod dalam jumlah tertentu dan tidak boleh
berlebih karena bersifat toksik bila berlebih.
Di Jawa
Timur memiliki banyak industri garam
seperti garam untuk memasak, garam untuk obat, garam untuk pengawetan dan lain
sebagainya. Industri garam tersebut tersebar di wilayah Provinsi Jawa Timur,
dan terdiri dari beberapa klasifikasi, baik skala kecil, menengah maupun skala
besar.
Pada
proses penguapan air laut terjadi endapan pada masing-masing zat berikut:
Fe2O3
pada 7,1 0Be = 0,003
gram/liter
CaCO3 antara
7,1 0Be – 16,750Be =
0,117 gram/liter
CaSO4.2H2O
antara 16,750Be – 30,200Be =
1,748 gram/liter
NaCl antara 26,250Be – 35,00 0Be =
29,696 gram/liter
MgSO4
antara 26,25 0Be – 35,00 0Be =
2,479 gram/liter
MgCl2
antara 26,25 0Be – 35,000Be =
3,317 gram/liter
NaBr antara 28,50 0Be – 35,00 0Be =
3,317 gram/liter
jumlah = 38,447 gram/liter


